PUJILAH ALLAH SANG PENCIPTA
Kej.1:1-5, 26-31; Maz.95
PENDAHULUAN
Kejadian 1:1 memberikan suatu pembukaan yang baik dan menarik perhatian serta menggaris bawahi bahwa Allah ada.
DIPERHADAPKAN DENGAN ATEISME
Ateisme adalah pandangan keyakinan filsafat yang menyatakan bahwa Allah tidak ada. Walupun banyak yang mengatakan diri bukan ateis tetapi dalam praktek mereka ateis alias tidak percaya kepada Allah. Kejadian 1:1 membantah ateisme, dan dengan tegas menyatakan bahwa Allah ada.
DIPERHADAPKAN DENGAN POLITEISME
Politeisme adalah kepercayaan kepada banyak allah atau ilah. Dengan tegas pula Kej.1:1 menyatakan bahwa Allah hanya satu, Dialah Allah sang pencipta.
DIPERHADAPKAN DENGAN HUMANISME
Humanisme adalah pandangan yang meletakkan manusia pada pusat dari segalanya. Humanisme yang ateis meniadakan Allah. Moto mereka, manusia merupakan pusat, tidak memerlukan Allah dan manusia dapat melakukan apa saja. Kej.1:1 menyatakan bahwa sebelum ada manusia sudah ada Allah. Allah duluan, Dia pusat keberadaan, dengan demikian humanisme dibantah.
NAMA YANG DINYATAKAN
Sang pencipta ini menyatakan diri sebagai Allah atau bahasa Iberaninya Elohim ( El = yang maha kuasa; ohim-oah-allah=yang dapat dipercaya).Elohim adalah Allah yang maha kuasa dan dapat dipercaya. Nama lain yang dipakai dalam bagian lain adalah Yehova atau Yahwe diterjemahkan dengan TUHAN yang berarti Aku ada yang Aku ada, Dia adalah Tuhan yang mandiri dan tidak tergantung kepada siapapun dan apapun juga.
PENUTUP
Kita diajak menyembah Dia Sang Pencipta bersama-sama dengan pemazmur 95. Kita diajak untuk mengabdi sebagai hamba hambaNya, senantiasa hidup dalam penyerahan diri dan biarlah segenap hidup kita menjadi pujian bagi kemuliaan namaNya. Amin