Aman dalam lindungan Tuhan

Maz. 125:1-5

PENDAHULUAN
Menurut Abraham Maslow seorang ahli ilmu jiwa terkenal, manusia memiliki berbagai kebutuhan. Salah satu kebutuhan yang terpenting adalah kebutuhan akan rasa aman. Negara dan rakyat orang perorangan senantiasa mengusahakan rasa aman tadi, namun dalam praktek ditemui ada kalanya apa yang dianggap aman ternyata tidak aman alias tidak dapat diandalkan.

TINDAKAN PERCAYA

Pemazmur mengetengahkan mengenai keamanan yang sejati hanya didapat dengan percaya kepada Tuhan. Hal percaya kepada Tuhan di Perjanjian Baru diperluas bukan saja keamanan untuk hidup sementara didunia ini saja tetapi sampai kepada hidup kekal. Untuk mendapatkan keamanan seperti itu jalannya adalah dengan percaya kepada Tuhan Yesus Kristus (Yoh.3:16).

Menurut Wayne Grudem seorang teolog terkenal bahwa keselamatan dan hidup kekal tadi tidak dapat hilang.Mengapa ? Karena ini semua merupakan pemberian Allah dan tidak tergantung kepada prestasi manusia yang mempercayakan diri kepada Tuhan.Kepercayaan semacam ini memberikan rasa aman bagi kita.

ALLAH YANG HIDUP DAN BERKUASA

A.W.Tozer, seorang teolog dan pendeta pernah mengatakan bahwa tugas terberat dari gereja masa kini adalah memurnikan pemahaman mengenai Allah. Mengapa? Karena kadang kadang orang Kristen memiliki pemahaman mengenai Allah yang tidak Alkitabiah.

Allah yang disaksikan Alkitab adalah Allah yang hidup dan berkuasa. Dia adalah El Syadai. Dia dapat diandalkan memberi perlindungan didunia dan hidup kekal melalui Tuhan Yesus Kristus. Selama didunia mungkin saja kita mengalami kesulitan, tetapi tidak berlama-lama. (cf Maz.125:3)

ALLAH YANG MEMBALAS

Dia membalas mereka mereka yang tulus hati dan baik. Dia juga difahami sebagai Allah yang menghukum mereka mereka yang menyimpang dan melakukan kejahatan. (Maz.125:4,5)

PENUTUP

Kapal pesiar Titanic pernah dikatakan sebagai yang tidak dapat tenggelam. Para penumpang merasa aman ketika mereka menaikinya dari Inggeris menuju Amerika Serikat. Pada tgl.14 April 1912 kapal ini tenggelam setelah menabrak permukaan gunung es dengan membawa korban jiwa sejumlah 1500 orang.

Dunia tidak dapat memberi keamanan sejati. Keamanan sejati hanya didapat dengan mempercayakan diri kepada Tuhan.(Maz.125:1)