MATAKU TERTUJU PADAMU
Maz.123:1-4

PENDAHULUAN
Dalam menghadap raja atau pejabat ada acara protokoler yang harus diikuti dan dipatuhi seperti halnya antara lain dapat kita saksikan dalam film Anna and the King. Maz.123 juga memperhadapkan kita kepada suatu pertemuan antara pemazmur sebagai hamba dengan Allah sebagai raja. Fokus bukan pada acara protokoler, tetapi lebih kepada hal posisi Allah, hamba dan bagaiamana sikap hamba serta apa yang dipohonkannya.

SIAPAKAH ALLAH?
Ada berbagai pandangan mengenai Allah didunia ini. Mulai dari Atheisme yang tidak percaya Allah sampai kepada Politheisme yang percaya kepada banyak Allah.
Alkitab mengajar bahwa Allah itu ada dan hanya satu (Yes.45:5), Dia adalah Sang Pencipta (Kej. 1 dan 2) dan Dia adalah Allah yang transenden sebagai raja yang bersemayam didalam surga (Ma.123)

SIAPAKAH KITA?
Melalui Kej.1:28 kita mengerti bahwa manusia adalah hamba Allah untuk mengerjakan tugas yang dipercayakan; sekali lagi dalam Maz.123 ditegaskan bahwa kita adalah hamba laki laki dan hamba perempuan dari Allah.
Bagi orang masa kini, menjadi hamba sukses mereka katakan:”Yes”; tetapi kalau menjadi hamba Tuhan mereka katakan:”No”. Biarlah melalui perenungan firman kita dikembalikan untuk hanya menjadi hamba Allah dalam bidang tugas kita masing masing (digereja dan diluar gereja; dirumah tangga dan diluar rumah tangga)

KETERGANTUNGAN KEPADA ALLAH
Sikap dan praktek hidup seorang hamba adalah tergantung dan bergantung sepenuhnya kepada Tuhan Allah tuan kita bersama.Pemazmur mengatakan bahwa mata hamba tertuju kepada tuannya sebagai tanda kebergantungannya. Tuannya dengan tangannya akan memberi perintah, tetapi juga melayani memberikan pemeliharan makanan dan minuman. Demikianlah hendaknya kita bersikap dalam berhubungan dengan Tuhan Allah.

MEMOHON BELAS KASIHAN
Kepada Allah kita juga mohon belas kasihan. Belas kasihan dalam arti pertama: mohon ampun untuk dosa dosa yang diperbuat. Arti kedua: mohon belas kasihan dan pertolongan untuk keadaan susah, penyakit, dll. ( Markus 10:47). Arti ketiga: mohon belas kasihan ketika mengalami penghinaan karena kita menjadi umat Allah/orang Kristen.

PENUTUP
Mataku Tertuju Padamu bukanlah lagu cinta yang mengkisahkan seorang pemuda yang matanya terus menerus tertuju kepada gadis pujaannya. Mataku Tertuju Padamu adalah perumusan tema dari lagu mazmur 123 yang mau mengkisahkan pemazmur yang melayangkan matanya kepada Allah yang bersemayam didalam sorga. Allah adalah raja dan kita adalah hambaNya. Hidup kita tergantung kepada Dia dan kita boleh memohon belas kasihanNya.Kiranya segala puji hormat dan syukur senantiasa kita persembahkan kepada Dia yang adalah raja dalam hidup kita sebagai hamba hambaNya. Amin.